Archive

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

ITS BEEN SOLD OUT!! SEE YOU @ 27th and 28th

February 10, 2010 Leave a comment

THX FOR PURCHASING THE KOC’S TIX!
AND ENJOY THE SHOW!!!

Categories: Uncategorized

Berlin Calling!

January 24, 2010 Leave a comment

Film yang berdurasi 1 jam 45 menit ini, bercerita tentang seorang musisi elektronik yang bernama DJ Ickarus. Film ini memiliki cerita yang simple, namun inspiring. Music Minimal Techno, Drugs, Sex, Records Label, Party adalah elemen2 yang menjadi fokus di film ini. DJ Ickarus dibawah label B-Pitch Control yang memang merupakan label milik musisi elektronik ternama di Jerman Ellen Allien, mengalami krisis dalam kecanduan drugs. Mathilda, sang kekasih pun berusaha untuk mengembalikan Ickarus seperti sedia kala, karena dia dalam deadline dalam pembuatan album terbarunya, namun sang kekasih pun tidak tahan dalam menghadapi kelakuannya yang makin aneh setiap harinya.
DJ Ickarus diperankan oleh Paul KalkBrenner dan lagu2 OST Berlin Calling memang merupakan lagu yang dia buat! Minimal Techno, yang memang “bersaudara” dengan genre chill out yang bertujuan untuk menenangkan mood ini. Film ini berbahasa Jerman, jadi mesti sambil OL bwat nontonnya, tapi klo yg pake Mac sih katanya g usah sambil OL juga muncul text inggrisnya.
Jadi yaa…sebenernya banyak banget pesan moral yang bisa di ambil dari film ini. Kalo kata quotes Ega di Blognya, “Moral film ini, Jangan banyak-banyak negak. Icharus makan berdosis 40-100mg. 5mg juga cukup. Paling banyak 10mg aja lah.” Konklusi yang aneh ga!hahahaha…
Kalo buat saya sih pesan moral dari film ini adalah: keep struggle in your life, dan yang paling pasti, santai aja buat ngadepin beribu-ribu masalah yang lagi di hadepin 😀
Buat yang penasaran buat liat filmnya, temen2 di OPENLABS udah pada punya Download-an nya tuh..di guwe juga ada klo mo nyedot!sundul gan! up up up! hahahahahaha

Categories: Uncategorized

Europe in de Tropen

January 11, 2010 Leave a comment

Berawal dari obrolan sembrono Gilang “gin” Pratama, Ega Ginanjar Lesmana, dan Rimba Patria Perdana di sebuah lapangan basket, salah satu SMU negeri di Bandung pada tahun 2004an, memunculkan sebuah ide untuk membentuk sebuah band elektronik cutting edge. Pada saat itu pengetahuan tentang dunia musik elektronik masih sangat terbatas, internet yang belum populer pada saat ini, dan masih sangat sedikit Band yang mengusung musik elektronik di Indonesia dan Bandung pada khususnya, tidak membuat ketiga remaja tanggung ini menggeluti dunia elektronik musik. Ega, yang kenal dekat dengan salah satu former dari band Homogenic, memiliki hasrat yang tidak kalah tingginya dengan 2 compatriotnya untuk membentuk sebuah band beraliran elektronik. Juang, adalah salah satu former dari Band Homogenic yang menjadi tutor, mentor, hingga orang yang memotivasi dengan cara meminjamkan salah satu alat/instrumen yang dipakai kebanyakan band yang mengusung elektronik sebagai musik mereka. Istilah groovebox, synthesizer, fruity loops, reason, masih sangat asing terdengar pada saat itu. Selama kurang lebih 1 tahun mereka “ngulik” tentang segala hal yang berkaitan dengan dunia musik elektronik. Energi mereka sempat berkurang, ketika salah satu comrades, Gin, memutuskan untuk berhenti, karena dia ingin mengejar mimpinya yang tentu saja demi kebaikan dia di masa depan. Kepergian Gin memang mempengaruhi semangat 2 orang lainnya untuk terus melanjutkan “riset” mereka di dunia elektronik, namun setelah bergabungnya rekan 1 kampus mereka Dwi “boy” Aluwi, mereka mendapatkan suntikan semangat untuk melanjutkan obrolan sembrono mereka pada saat sekolah SMA dulu. EUROPE IN DE TROPEN adalah nama yang dipilih oleh mereka, dengan ide brilian dari Gin juga tentunya, nama tersebut memiliki arti harfiah “Eropa di daerah tropis” yang bisa di simpulkan nama kota tempat mereka tinggal, yakni Bandung.

“All The Memories Passing By” adalah tajuk dari album EP perdana mereka, dengan beberapa lagu “coba-coba” yang mereka usung, bahkan sempat melibatkan Ayu ‘Angelic Whisper’, seorang mahasiswi Indonesia yang kuliah di Australia untuk mengisi vocal salah satu lagu di EP itu.
Ega sebagai programmer, Rimba sebagai Keyboardist, dan Dwi sebagai vokal,gitar adalah formasi awal band elektronik yang mewarnai musik mereka dengan unsur-unsur IDM, Glitch dan Ambient.
Tahun 2006, band yang masih tergolong premature ini menjadi salah satu Band pembuka TELEVON TEL AVIV, sebuah band asal yang telah lama malang melintang di dunia musik elektronik internasional dan memang menjadi salah satu influence bagi band Europe in de Tropen.
berikut ini beberapa foto ketika Europe in de Tropen tampil di acara itu

Acara itu seharusnya bisa dijadikan pijakan awal bagi band ini untuk eksis di belantika musik indonesia yg carut marut saat ini. Tetapi band ini malah vacuum karena tiap personelnya disibukan dengan urusan pribadi mereka, kuliah, karir, adalah kata2 klise ketika suatu band vacum dalam berkarya. Namun selama masa vacuum itu masing2 personel bukannya tidak produktif, hanya saja tiap personel produktif tapi tidak di jalur band. Ega a.k.a Programmatic Synthesis membuat proyek solo bertajuk sama dengan nama aliasnya.

Vacum yang berkepanjangan, membuat Europe in de Tropen kehilangan salah satu personelnya lagi. Kali ini mereka kehilangan Dwi “boy” Aluwi yang memutuskan hengkang untuk mengejar cita – citanya menjadi seorang lawyer.Namun tidak lantas membuat Europe berhenti dalam bermusik. Sandy “ate” yang dulunya bertugas sebagai visualis dalam Europe ditarik untuk mengisi kekosongan. Alhasil format, Ega ‘programmer’, Rimba ‘keyboardist’, dan Ate ‘sequencer’ menjadi format final hingga saat ini.
Akhir tahun 2009, band ini bangkit kembali. Setelah vacum kurang lebih selama 3 tahun, Ega, Rimba, dan Ate mengawali kembali karir mereka lewat acara indie yang paling dinantikan setahun belakangan COUP DE NEUF #5, seri terahir dari COUP DE NEUF series 2009 yang kali ini mengusung genre elektronik sebagai temanya. Ada yang berbeda dengan penampilan Europe in de Tropen saat itu, mereka menambah gitar, bass, dan Drum dalam musik mereka kali ini. Arul (Phonemic Archie, guitarist), Shindu (Avenue, Bassist), dan Bayu (annemarie, Drum) adalah additional player yang membantu Europe in de Tropen pada penampilan perdana mereka setelah lama vacum

Berbeda dengan lagu2 di EP “All The Memories Passing By” lagu-lagu yang dibawakan Europe in de Tropen di CDN #5 lebih terkesan upbeat. Dengan perubahan yang signifikan ini, memungkinkan Europe in de Tropen yang lama “tertidur” akan memberi suatu kejutan di tahun 2010. Nantikan gebrakan EUROPE IN DE TROPEN kawan!

Categories: Uncategorized

Mocca 10 Years Anniversary Tour Singapore – Malaysia 2009

November 4, 2009 Leave a comment

Mocca-Poster

Gara –gara Fans, mungkin kalimat yang tepat mengapa Band Mocca mendahulukan negara Singapura dan Malaysia sebagai tempat diadakannya konser special perayaan 10 tahun Mocca berkecimpung di dunia musik dibanding di Indonesia. “Banyak fans dari 2 negara itu yang nanyain kita kapan manggung disana, ampir tiap hari malah” ungkap Dyas dari Swinging Stars, management dari Mocca. Dengan bantuan dari beberapa teman disana, maka acara bertajuk “MOCCA 10 Years Tales” diadakan di Singapore Arts Museum pada tanggal 24 Oktober dan 25 Oktober, dan dilanjutkan tanggal 31 Oktober di Laman Budaya Shah Alam Malaysia. Bagi para personel Mocca Sendiri, 2 negara tersebut sudah tidak asing lagi, karena pada tahun ini saja mereka telah mengadakan show disana sebanyak 2 kali, yang pertama pada bulan Maret, pada saat Mozaic Music Festival di Singapore dan Show di Malaysia pada minggu berikutnya. Dengan tiket yang saya pikir agak mahal bila di kurs kan dalam rupiah, yakni sekitar Rp.250.000 tidak menyurutkan para penonton berdatangan ke venue tempat diadakannya show tersebut.
Dengan diawali dari band pembuka PostBox asal Singapura dan Yuna asal Malaysia, kedua show di 2 negara tersebut terbilang sukses. Para fans Mocca yang berada di Singapura dan Malaysia terhibur dengan penampilan apik Arina, Riko, Toma, dan Indra. Lagu – lagu seperti, Secret admirer, Happy, My Only One sukses membuat para fans Mocca berdansa dengan riangnya ditemani dengan tarian Tap Dance khas dari Arina sang vokalis. Bukan hanya dimanjakan dengan alunan musik mocca, para fans juga di mudahkan dengan adanya booth merchandise yang memang disiapkan oleh management Mocca. Barang bawaan sebanyak 3 koper pun habis terjual. Kaos, pin, dan sticker banyak diburu oleh para Swinging Friends, sebutan bagi para fans fanatik band yang mengusung aliran Story Telling Pop ini.

S6300423
S6300425
S6300426
S6300427

Shah Alam merupakan kota dipinggir Kuala Lumpur, 45 menit bisa ditempuh menggunakan mobil. Pada hari itu, tanggal 31 Oktober, di Kuala Lumpur sedang diadakan acara All American Rejects, dan dengan Free ticket. Saya berpikir, apakah acara show Mocca yang berada di Shah Alam akan tetap di penuhi oleh pengunjung?. Ternyata anggapan saya itu terbantahkan, pukul 8 malam waktu setempat venue yang didesain menyatu dengan taman dan danau ini sudah di penuhi oleh fans Mocca, benar-benar Fans yang loyal pikir saya. Saya masih khawatir, karena setiba nya saya di Malaysia, tiap malam negara ini selalu dilanda hujan yang cukup besar, mengingat show Mocca diadakan di tempat Outdoor, saya khawatir acara tersebut akan terhambat oleh hujan. Yak!untung nya hujan tidak begitu besar dan lama, sama sekali tidak menghambat show, Alhamdulilah.

S6300431
S6300434

Selama kurang lebih 1 minggu, jeda dari show mereka di Singapura, selama di Malaysia Mocca pun menjalani beberapa kegiatan promo, salah satunya adalah interview di stasiun TV lokal. TV 8, adalah salah satu channel yang mengundang band asal Bandung ini untuk interview. Stasiun TV yang menurut penelurusan saya adalah Stasiun Top Chart bagi anak muda di Malaysia, mengundang Mocca untuk tampil di acara Late Night mereka yang berjudul “Quickie”.
S6300413

Bagi para penggemar Mocca di tanah air, saksikan Mocca di kota – kota yang akan mereka datangi, dalam rangkaian tour Indonesianya, untuk info penampilan mereka bisa di cek di http://www.mymocca.com, situs resmi informasi Mocca yang dikelola oleh Swinging Stars.
Mocca yang kini tengah mempersiapkan Ep terbaru mereka, proses rekaman telah dilalui, tinggal menunggu untuk masuk produksinya. Bersiaplah untuk mendengarkan lagu – lagu pop terbaik yang dihasilkan oleh salah satu Band terbaik di negeri ini! GO GO MOCCA!

Categories: Uncategorized

Grand Opening Lou Belle Shop

October 12, 2009 Leave a comment

Flyers resize

Grand Opening Lou Belle
Happy Mushi
by pinkgirlgowild

Exhibition & Special Artist Merchandise
Opening Exhibition
Saturday, 17 October 2009, from 5pm till end
Special Performance by:
MOCCA
OLIVE TREE
BOTTLESMOKER

ITS FREE EVENT!

Categories: Uncategorized

September 10, 2009 Leave a comment

Mocca-Poster

MOCCA will celebrate their 10th years of existence in music industry, by the 10th Anniversary tour of southeast asia region, starting at 24th-25th October 2009 in Singapore Arts Museum, alongside YUNA from Malaysia as well as POSTBOX, FOR THIS CYCLE, THE SALLYS and FARHAN BORST from Singapore. It will be a regional music collaboration between the three countries as part of an inititiative to promote greater cooperation in the areas of creative exchanges and artistic development.

Categories: Uncategorized

RNRM, Polyester Embassy, and Teenage Deathstar @ Jakarta

August 31, 2009 Leave a comment

Pagi itu, tanggal 14 Agustus 2009 saya datang ke kantor pagi – pagi. Suatu hal yang tak lazim, karena biasanya saya datang ke kantor pukul 11.00, kali ini pukul 08.00 saya sudah ‘standby’ di kantor saya. Kedatangan saya di kantor pagi – pagi itu karena, pada sore harinya RNRM, Polyester Embassy, dan Teenage Deathstar akan tampil di concert area Rolling Stone Magazine, jl. Ampera Jakarta akan diadakan acara Soft Launching Converse Campaign Music and Lyrics.
Dan yaaaakk…anak – anak RNRM, Polyester Embassy, dan Teenage Deathstar baru datang 1 jam kemudian. Hanya saya dan Toes yang termakan jebakan Vietcong. Tapi tak mengapa, karena pagi itu saya ditemani oleh semangkok indomie dan segelas kopi buatan bibi yang sangat nikmat disantap di pagi hari itu.
Rencananya saya beserta anak – anak band akan menumpangi bus untuk pergi bersama-sama ke Jakarta. Namun karena personel dan crew RNRM dan Polyester Embassy itu kebanyakan sama, dan personel serta crew dari Teenage Deathstar kebanyakan ada di Jakarta, alhasil kursi dari bus itu banyak yang kosong. Yaaahh..lumayanlah bisa dipakai biar tidurnya enak…hehehe
DSC01658
Pukul 10.00 tepat kami berangkat dari Bandung. Setelah sebelumnya kami menunaikan ibadah shalat Jumat di mesjid km 60an, kami tiba di Jakarta sekitar pukul 14.00 siang. Setelah menurunkan alat – alat band, kami langsung makan di rumah makan ampera di sekitar jalan ampera Jakarta (repetisi nih .red).
RNRM, Polyester Embassy, dan Teenage Deathstar adalah sedikit Band dari Asia Pasifik yang di endorse oleh Converse. Converse sendiri mengambil satu single dan salah satu kalimat dari single tersebut untuk dijadikan campaign mereka terhadap musik. Menurut Mia Farahziska perwakilan dari pihak Converse, “Memang yang menjadi fokus Converse dari dulu hingga saat ini adalah anak – anak Band. Dari yang jalur mainstream hingga ke underground sekalipun. Di Indonesia sendiri kita baru meng-endorse 3 band, yaitu RNRM, Polyester Embassy, dan Teenage Deathstar.”.” Khusus bagi beberapa Band seperti Metallica dan AC/DC , Converse membuat sepatu special edition 2 band tersebut. Dan tidak menutup kemungkinan RNRM, Polyester Embassy, dan Teenage Deathstar juga dibuat versi sepatunya.” Mia menambahkan.
DSC01670
Setelah menjalani check sound, tepat pukul 16.30 acara tersebut di mulai. Karena memang tujuan dari acara ini adalah sounding ke pihak media, maka kebanyakan orang yang hadir adalah orang – orang dari media massa.
Diawali dengan penampilan RNRM yang membawakan lagu Television yang menjadi quotes Music and Lyrics – nya Convers. Dibawakan kemudian adalah single terbaru mereka yang berjudul Shout, yang menampilkan Sidiq dari Polyester Embassy sebagai additional players
DSC01699
DSC01706
Tampil kemudian adalah Polyester Embassy yang membawakan lagu Blue Flashing Light yang memang menjadi ‘qoutes’ music dan lyrics campaign Converse, dan lagu baru mereka Fake yang dibawakan kemudian.
DSC01683
Diakhiri dengan penampilan gahar dari Teenage Deathstar. Khusus bagi Teenage, band ini boleh membawakan 3 lagu, padahal waktu yang disediakan telah lewat dari batasnya. Oiya lagu yang menjadi quotes adalah lagu “all that glitters are not gold” yang atas persetujuan pihak Teenage, lagu tersebut di ubah menjadi “all that glitters is not gold”.
DSC01723
Rombongan kami pulang pada pukul 21.00 setelah melakukan sesi tanda tangan kaos Converse dan Wall of fame yang disediakan pihak Converse. Udah kaya artis terkenal aja nih pake tanda tangan segala..hehe
DSC01748
DSC01673

Categories: Uncategorized